Kisah Pilu Kasipn, Dari Kekurangan Gizi Hingga Anaknya Trauma Bersekolah

05/26/2019

Kisah Pilu Kasipn, Dari Kekurangan Gizi Hingga Anaknya Trauma Bersekolah
Kisah pilu yang terjadi di negri ini adalah bentuk ujian seberapa kuat menghadapinya. Setiap waktu senantiasa datang mewartakan.
Hampir seminggu yang lalu, kepiluan ini ditemukan pada seorang lelaki berusia 40 tahun bernama kasipun yang tinggal sebagai warga desa Ketanen, Panceng, Kabupaten Gresik.
Kasipun bersama keluarganya didapati kekurangan gizi. Beban berat menggelayuti pikirannya karena minimnya pengetahuan serta tekanan ekonomi yang tidak kunjung memperoleh solusi.
Seorang aparat sipil bernama Raden Jamal, terketuk hatinya ketika melihat Kasipun harus dirawat di RSUD Ibnu Sina, Gresik pada Maret lalu. Rasa kemanusiaan terusik menyaksikan Kasipun lemah tanpa gizi yang memadai.
Dokter mengabarkan Pak Kasipun darahnya tinggi Kadar garam ditubuhnya berdasarkan diagnose juga tinggi, demikian Raden mengisahkan informasi dari dokter di rumah sakit itu. Kasipun hanya memakan nasi dengan garam. “Kondisi miskin inilah yang membuat dirinya menjadi lemah” ucep Raden.
Berdasarkan penelusuran Raden, Kasipun memiliki istri dan dua anak “Anak pertama berusia 15 tahun lulus SD dan tidak mau bersekolah, sekarang menganggur di rumah. Sementara adiknya yang masih balita kesulitan dalam berkomunikasi” punkasnya.
Sebagai ibu rumah tangga. Istrinya engalami nasib yang sama. Pemahamannya tentang hidup sehat masih inim “Yang membuat sedih Raden, ketika diaja berkomunikasi kadang tidak dapat direspon dengan jawaban yang pas” sambungnya.
Kasipun bekerja serabutan sebagai kuli bangunan. Setelah sakit, tidak ada yang mengajaknya sebagai kuli karena fisiknya lemah. “Budi baik tetangganya kepada Kasipun sedikit banyak membantunya dengan bekerja sebagai pencari rumput untuk kambing tetangga” kata Raden ketua Ranting Muhammadiyah setempat.
Tak lama, Raden menceritakan apa yang telah disaksikan kepada Lazismu Greesik. Kabar gembiranya informasi yang diceritakan langsung dijawab Lazissmu Gresik untuk mendampingi keluarga Kasipun.
Trauma Bersekolah
Menurut Amil Lazismu Gresik, Liesna Eka tentang kabar anak perempuannya yakni trauma bersekolah dikarenakan karena anaknya sering disudutkan oleh teman-temannya saat itu. Informasi ini diperoleh Liesna dari ibunya dan tetangga terdekatnya.
“Dulu waktu sekolah dasar, kecerdasan dia dibawah rata-rata anak-anak pada umumnya. Baru bisa membaca waktu kelas 4 SD. Keterlambatan kognitf dan psikomotorik inilah yang kemudian menjadi buah penyudutan kawan-kawannya kepada anaknya Pak Kasipun hingga merasa terpojok” cerita Liesna.
Hingga akhirnya setamat dari sekolah dasar dia tidak mau melanjutkan ke jenjang berikutnya karena trauma itu, sambung Liesna. Harusnya dia sudah masuk kelas 2 SMP. Kondisi ini tentu harus dicari solusinya.
Liesna mengatakan Nasyiatu Aisyiyah (NA) Lemah Ireng Panceng juga sudah tau informasi ini. Lazismu bersama NA iut mendampingi keluarga Pak Kasipun. Dalam waktu dekat akan dicari pendekatan secara psikologis. Hal ini diakui Pimpinan Rating NA Matsubah Noor.
Menurutnya anaknya sudah dibujuk, katanya akan dipikir kembali untuk bersekolah. Matsubah turut prihatin jika keluarga Pak Kasipun sampai kekurangan gizi. “Rumah keluarga Pak Kasipun juga tidak memiliki MCK” katanya.
Nasyiatul AIsyiyah kemarin mendampingi. Diberikan motivasi sekolah lagi serta mengecek kesehatan keluarganya yang dilakukan oleh PDNA Gresik Nurul Afianah, bidan dan juga tim dapartemen sosial.
Berbagi Solusi
Sebahgai aksi nyatana,  Lazismu mendesak untk segera menolong keluarga Pak Kasipun. Kehadiran Lazismu sebagai misi dakwah pencerahan PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem) Muhammadiyah.
Amil lazism, Miftakhul Huda dan khoirul Fitroh yang ikut mendampingi pada Jum’at kemarin mengatakan memberikan tambahan gizi untuk keluarga duafa tersebut “Pak Kasipun bisa emenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan berbelanja di warung yang sudah ditunjuk Lazismu untuk turut berpartisipasi menolong Pak Kasipun” pungkasnya.
Pak Kasipun tinggal mengambil kebutuhan pangan yang dipeelukan untuk memenuhi kecukupan gizinya, tambah Miftah. Selain itu, Lazismu juga berupaya mengedukasi dan memberdayakan kelarga Pak Kasipun dengan memberikan 1 ekor kambing betina untuk diternak. Kebetulan kambing itu sedang mengandung yang kelak jika melahirkan dapat dirawat untuk membantu perekomoniannya.
Langkah selanjutnya adalah lazismu akan merenovasi hunian yang layak untuk Pak Kasiun. Rumahnya tidak memilikii sanitasi, gentengnya banyak yang bocor, serta berlantaikan tanah.
Untuk itu Lazismu yang diwakili Miftah mengajak masyarakat dan donator pada khususnya untuk bersama-sama membantu keluarga Pak Kasipun. Lazisu juga mengucapkan terimakasih kepada donator yang selama ini telah memercayakan donasinya kepada kami.