GIZMA jurus jitu menggerakan zakat milenial di UMSIDA

05/20/2019

Gerakan filantropi dalam dunia akademis memiliki peluang dan tantangan nersendiri, peluangnya dalam kampus memiliki potensi yang besar karena didalamnya ada banyak mahasiswa-mahasiswi dengan talenta yang beragam.
Adapun tantangannya adalah bagaimana mengatur waktu luang mahasiswa ditengah kesibukannya berkuliah agar dapat berpartisipasi dan terlibat aktif dalam gerakan filantropi di kampus.
Di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) misalnya, Lazismu berdiri di tengah aktivitas mahasiswa yang beragam. Bahkan menurut Fundraiser Lazismu Umisda Prayekti, selama 2018 potensi dana yang terkumpul di kampus ini sebesar Rp. 1.9 miliar. Dalam menggerakan potensi yang besar ini menurutnya butuh strategi dan kekuatan yang besar pula yakni dengan melibatkan mahasiswa.
Demikian disampaikan Prayekti pada acara pembukaan ke-Islaman dan ke-Muhammdiyahan bagi organisasi mahasiswa di Gedung Fakultas Ekonomi Bisnis Umsida.
Gerakan filantropi berbasis kampus yang dikembangkan kampus Umsida, mulai unjuk gigi sejak 1 Januari dengan menempati kantor di Gedung C kampus 1, saat itu design programnya memang khusus memberdayakan mahasiswa Lazismu sadar karena segmen yang digarap adalah Mahasiswa yang notabene generasi milenial.
Jurus jitu yang diterapkan mengajak para pentolan organisasi mahasiswa bersama-sama menggerakkan para anggotanya agar memiliki jiwa berbagi (filantropi). Peduli dan menintai kemanusiaan, salah satunya dengan aktif menggerakan program GIZMA (Gerakan Infak Zakat Mahasiswa) yang relawannya adalah mahasiswa sendiri.
Beruntung, teknologi informasi sangat membantu kegiatan ini. Contohny, ada masjid butuh bantuan pembenahan, kemudian difoto diviralkan untu penggalangan dana langsung direspon positif. Pendampingannya menjadi salah satu tugas Lazismu.
Di era rovlusi teknologi 4.0 ini Lazismu juga sudah menyiapkan teknologi fundraising dengan QR-Code, “system laporan keuangannya pun ditampilkan secara online dengan fiture infogram otomatis,” ungkap Yekti yang juga alumni Umsida.
Sebagai bentuk inovasi telah diluncurkan Kotak Infaq Milenial. Kotak Infaq All In One yakni kotak infak yang bisa menggunakan uang tunai maupun uang digital.
Yekti berharap sebagai amil di Lazismu banyak mahasiswa penerima beasiswa Sang Surya yang bisa merintis karir sebagai amil. Karena masa depan Lazismu ada di pundak generasi milenial yang sadar gerakan filantropi.