Berbagi di Bulan Suci Programs | matahatimu.org
Yuk sempurnakan puasamu dengan berbagi senyum bersama mereka yang membutuhkan

DETAIL

BERITA

PENCAIRAN DANA

DKI JAKARTA || 2019-05-07 17:25:30

Berbagi di Bulan Suci

Mari Berbagi di bulan Mulia untuk kaum dhuafa.
Cara mudah donasi Kado Ramadhan.
1.Buka http://bit.ly/kadoramadhanlazismu
2.Klik “Donasi Sekarang”
3.Isi data Anda
4.Transfer Donasi

Pemberdayaan Ekonomi pada Ramadhan 1440 H Jadi Fokus Perhatian Rakorkus

05/26/2019

Pemberdayaan Ekonomi pada Ramadhan 1440 H Jadi Fokus Perhatian Rakorkus
Melalui Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) yang berlangsung di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo pada Sabtu, 30 Maret kemarin digelar forum komunikasi bersama bagi Lazismu se-Jawa Timur.
Ketua Lazismu Jawa Timur, Zainul Muslimin, mengatakan, pokok bahasan dalam rapat ini diusulkan tentang sinergi program Lazismu dengan Majelis Tabligh se-Jawa Timur.
“Pokok pembicaraan tidak berhenti pada Ramadhan dan persiapan kurban, tapi juga bagaimana memanfaatkan peluang pemberdayaan ekonomi yang bersumber dari hewan kurban, dalam bentuk paket rendangmu dan kornetmu pada Ramadhan nati” jelasnya.
“Sepanjang Ramadhan, Lazismu akan mempromosikan dan memotivasi kesadaran umat Islam untuk menunaikan zakat infak dan sedekah yang difokuskan untuk penerima manfaat yang membutuhkan dan tepat sasaran” tuturnya.
Dala kesempatan luang di tengah Rakorsus tersebut. Lazidmu Jawa Timur menyerahkan bantuan dana Peduli Guru dari Lazismu Pusat senilai Rp. 51.000.000 dan dana Save Our School senilai Rp. 40.000.000 yang akan diserahkan kepada 4 sekolah di Jawa Timur.
Direktur Fundraising Lazismu, Rizaludin Kurniawan mengatakan, jelang muklamat 2020. Lazismu akan mempertanggung jawabkan kinerjanya. Bagaimana tata kelolanya selama ini dalam menghimpun dan mendayagunakan perlu disiapka.
Peran strategis Lazismu tidak sekedar menghimpun, yang lebih penting adalah bagaimana hasil penghimpunannya dapat bermanfaat bagi para mustahik sesuai aturan syariahnya” pungkasnya.

Merintis Modal Usaha Jadi Perhatian Lazismu

05/23/2019

Jakarta – LAZISMU. Tidak ada sesuatu yang mudah, dan ringan. Segala sesuatu pasti membutuhkan yang namanya proses. Ada pepatah mengatakan, hasil tidak akan mengkhianati sebuah proses. Begitulah yang memiliki nama lengkap Erdhie Margayana.

 

Pria yang sudah berkeluarga ini hidup di tengah kerasnya ibukota. Sebagai kepala rumah tangga, membuat ia harus menghidupi istri, dan anak-anaknya. Seiring berjalannya waktu, ia mulai bekerja keras.

 

“Saya hidup dengan anak dua. Saya tinggal ngontrak sudah lama sejak 2015 awal. Udah 4 tahun saya,” Begitu yang disampaikan nya di kontrakannya pada pihak Lazismu, Warakas, Jakarta Utara (22/5/2019).

 

Di tengah aktivitas masyarakat Ibukota, ia bertekad untuk menjadi berwirausaha. Langkahnya dimulai dengan mengirimkan berbagai proposal ke berbagai tempat untuk pengajuan modal usahanya itu, salahsatunya Lazismu.

 

Bahkan, ia merasa malu jika keluarganya disebut sebagai keluarga yang tidak mampu. “Saya punya SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu). Sebenarnya saya malu. Tapi kalau kenyataannya begini mau diapain,” ucapnya.

 

Pihak Lazismu, Dwi memberikan bantuan berupa dana sebesar Rp 750.000 kepada mustahik (Erdhie) sebagai bantuan modal usaha.

 

Dirinya saat ini merasakan jatuh bangunnya membangun bisnis dari awal. Mulai dari susahnya diterima pengajuan proposal untuk modal usaha, hingga ditolak ke berbagai hal, bahkan disisi lain ia harus mencukupi kebutuhan sehari-sehari keluarga.

 

“Saya sudah banyak ditolak oleh beberapa instansi maupun lembaga dalam pengajuan proposal saya, bahkan saya pernah masuk penjara.”

 

Ia menambahkan, pernah membuat akta pendirian Perseroan Terbatas (PT) sampai tiga kali. Begitu pernah terjerat musibah, masuk penjara.

 

“Saya sampai bikin akta pendirian PT 3 kali saya. tahun 2007, 2008, 2014. Saya gapunya modal kan suaha saya dan tos-tosan sama orang lain untuk bisnis. Saya pun pernah masuk penjara kena kasus, tentang persoalan barang. Saya buat akta PT bukan orang ada (kaya), tapi ini legalitas (usaha), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), NPWP, dan lain-lain.”

 

Dirinya pernah berbisnis dari alat-alat perkapalan, komputer, sampai Air Conditioner (AC). Namun, usaha tidak selalu naik.

 

“Saya pernah usaha dengan alat-alat perkapalan, computer, Air Conditioner. Tapi, ya itu lah namanya usaha kadang naik dan turun,” bebernya.

 

Ia berterimakasih kepada Lazismu atas pemberiaan bantuan modal usaha.“Saya mengucapkan terimakasih kepada lazismu atas pemberiaan ini. Semoga dengan ini, dapat bermanfaat. Terimakasih Lazismu,” terangnya.

 

Dengan ini, Lazismu membantu dengan pemberian modal usaha. Dengan harap, Dwi, Perwakilan Lazismu, semoga ini dengan pemberian modal ini, walau tidak banyak, dapat memberikan manfaat untuk usaha bapak, dan keluarga. (bp)

Tanggal Pencairan Dana